Internet Mudah dengan Flush DNS

Apa Itu DNS?

Sebelum mengetahui tentang flush DNS on Windows 10, sebaiknya kita mengenal apa itu DNS terlebih dahulu. Domain Name Server atau yang biasa disingkat DNS, adalah suatu server yang berfungsi untuk IP address suatu host melalui host name-nya.

Karena manusia tidak mudah menghafal host name yang begitu rumit, maka server DNS berfungsi untuk menerjemahkan host name menjadi IP address yang lebih mudah untuk dihafal oleh manusia. Fungsi lain yang dimiliki server DNS adalah memberikan informasi kepada seluruh pengguna internet tentang suatu host.

DNS dibagi menjadi dua jenis, yaitu primary name server yang merupakan master DNS dan berfungsi sebagai penanggung jawab resolusi domain dan subdomain yang dikelolanya. Kemudian, ada Secondary name server adalah serves DNS yang berfungsi sebagai pengolah data-data domain dan subdomain dari primary name server.

 

Sistem penamaan domain atau DNS yang memudahkan manusia untuk mengingat IP address contohnya .com atau .net, jika Anda memasukan host name yang mudah diingat itu, maka internet akan langsung terhubung pada IP address yang Anda maksud. Jadi anda tidak perlu repot mencatat atau mengingat serangkaian IP address yang rumit.

DNS memberikan beberapa keuntungan bagi penggunanya, yaitu kemudahan dalam mengingat IP address suatu computer dengan menggunakan host name. Server DNS juga konsisten, yaitu host name tidak berubah meskipun IP address komputernya berubah. Dan terntunya server DNS itu cukup simple karena mudah dikonfigurasikan bagi admin.

Nama domain didaftarkan oleh perorangan atau organisasi untuk jangka waktu 1 sampai 10 tahun. Pengguna mendaftarkan domainnya kepada agen yang bertugas, lalu agen memverivikasi nama domain tersebut kepada registri yang mengelola. Kemudian akan ditambahkan ke database dan akan mudah dicari di internet dengan host name yang dimiliki.

Apa Itu Flush DNS?

Flush DNS merupakan suatu sistem yang memerintah untuk membersihkan chace DNS yang sedang dipakai untuk menyesuaikan informasi dari perubahan yang dilakukan pada sistem domain, nameserver, ataupun DNS dengan data yang baru. Flush DNS dilakukan untuk mempercepat proses resolve nama domain.

Perubahan DNS dilakukan pada suatu domain yang sudah melebihi masa berlakunya (expired) ataupun terdapat perubahan pada tempat hosting. Flush DNS dilakukan apabila dalam proses perubahan network tidak bekerja dengan baik atau network masih dengan setting-an lama padahal sudah direfresh, maka disitu Flush DNS diperlukan.

Flush DNS biasanya digunakan oleh orang atau organisasi yang memiliki blog yang menggunakan nama/domain sendiri. Bagi pemiliik blog dengan domain sendiri, perbahan DNS domain pasti diperlukan. Terkadang saat melakukan refresh terhadap blog yang sudah diubah DNS domainnya, namun tidak menghasilkan perubahan apapun.

Kondisi nama domain yang tidak berubah setelah direfresh, biasanya terjadi selama beberapa menit bahkan sampai satu hari. Kondisi tersebut terjadi karena komputer Anda masih menyimpan cache DNS yang lama, cache seperti itu biasanya akan hilang dalam beberapa menit atau beberapa jam setelah perubahan DNS dilakukan. Namun, jika setelah berjam-jam lalmanya tidak menghasilkan perubahan apapun, maka flush DNS diperlukan.

Flush DNS juga bisa dilakukan dengan tujuan hanya untuk membersihkan history canche, membersihkan atau menghapus history canche bisa membuat performa komputer Anda menadi lebih cepat dan ‘ringan’ karena tidak adanya beban di penyimpanan history. Maka, pekerjaan Anda dalam komputer akan semakin mudah dan cepat.

Cara Melakukan Flush DNS Cache

Flush DNS perlu dilakukan pada computer dengan cache yang sudah usang, karena cache yang sudah using dapat menimbulkan penyampaian informasi yang salah dan tidak sesuai dengan informasi sebenarnya. Berikut ini cara melakukan flush DNS di berbagai platform.

Cara melakukan flush DNS pada komputer dengan window. Cara yang pertama yaitu dengan menggunakan Console Command Prompt Window. Ini akan dapat diakses melalui Run yang ada pada window komputer Anda. Dengan cara menekan ctrl+R pada keyboard untuk membuka Run, kemudian ketik cmd lalu tekan OK/enter.

Opsi cara yang kedua flush DNS cmd pada window, yaitu dengan menggunakan ipconfig. Perintah ipconfig ini, dilakukan untuk menghapus cache DNS pada komputer Anda. Untuk menghapus cache, Anda hanya perlu mengetik perintah flush DNS ipconfig /flushdns pada Command Prompt kemudian tekan Enter.

Selain pada window, flush DNS juga dapat dilakukan pada Mac. Namun, cara flush DNC nya berbeda-beda sesuai dengan versi yang Anda gunakan. Untuk Mac OS Yosmite, Anda dapat melakukannya dengan mengklik application, kemudian klik utilitie, kemudian klik terminal dengan command.

Jika Anda pengguna dengan Mac OS X Lion, Mac OS X Mountain Lion, Mac OS X Mavericks, Mac OS X El Capitan, Mac OS Sierra. Maka Anda bisa langsung mengklik application, lalu klik utilities dan klik terminal.

Dan yang terakhir yaitu, cara melakukan flush DNS pada Linux, caranya cukup mudah. Anda hanya tinggal mengetik kode ‘GE70; S sudo service network-manager restart’.

Masalah yang Biasa Terjadi pada DNS

Setiap host name, pasti memiliki IP address yang berbeda. Jika pada dua host name terdapat IP address yang sama maka akan terjadi IP conflict, yang mengakibatkan komputer tidak terhubung ke internet. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, sebaiknya gunakan automatic setting maka komputer akan mencarikan IP address yang belum dipakai oleh siapapun.

Langkah-langkah untuk melakukan automatic setting IP address adalah; buka server My Network Place pada desktop, kemudian klik kanan dan pilih properties, lalu double klik pada internet protocol (TCP/IP), maka akan muncul dua pilihan yaitu Obtain an IPaddress automatically atau settimg IP address otomatis, jika memilihi opsi ini maka klik opsi tersebut lalu klik Obtain DNS server address automatically.

Opsi yang kedua yaitu, Use the following IP address atau setting IP address secara manual. Jika memiliih opsi ini maka klik opsi tersebut lalu klik Use the following DNS server address. Jika sudah memilih salah satu dari dua opsi yang ditawarkan, maka klik ok dan ok lagi hingga prosesnya selesai.

DNS untuk Web Mail Server

Adapun DNS yang digunakan untuk Web Mail Server, yang digunaka untuk surat menyurat elektronik dalam jaringan. Maka dari itu, salah proses konfigurasi DNS untuk Web Mail Server harus dilakukan dengan sangat teliti. Jangan sampai script yang diketik keliru, karena akan mempengaruhi keberhasilan proses konfigurasi.

Masalah yang biasanya terjadi pada saat kongigurasi DNS yaitu, munculnya peringatan. Bunyinya “request could not find host 300.200.4.77 please chek the name and try again”. Ada juga peringatan seperti “300.200.4.77 is not recognize as an internal command…”. Penyebab dari peringatan itu muncul adalah kesalahan saat mengetik IP address. Solusinya adalah teliti dan lakukan dengan benar saat mengetik IP address.

Masalah-masalah yang terjadi saat melakukan konfigurasi IP address, bisa diminimalisir dengan cara melakukan automatic setting IP address. Atau Anda bisa mendapat IP address yang belum dimiliki orang lain. Anda tinggal menunggu hasil dari proses pencarian IP addressnya.

About The Author

Related Posts